Kepada Batu,
aku belajar menjadi kokoh, aku belajar bahwa tingginya tekanan dan panasnya perut bumi akan menempa batu arang rapuh menjadi intan, batu paling keras yang pernah ada di muka bumi.
Kepada Daun,
aku belajar melayani dan berbagi dengan sesamaku. Air dari akar, CO2 dan sinar matahari yang diserap daun diubah menjadi sari makanan untuk dibagikan kesemua bagian tumbuhan.
Kepada Kayu,
aku belajar tentang arti kesempurnaan. Kayu membangun sistem pembuluh yang sangat rumit sekaligus sempurna dan mampu membagi semua yang dibutuhkan dari akar sampai ke pucuk pohon tertinggi.
Dan kepada Air,
aku belajar tentang kekuatan sebuah kebersamaan. Kumpulan air yang bersatu dalam air terjun menciptakan kekuatan yang mampu menghidupkan sebuah kota yang luasnya berlipat kali dari dirinya sendiri.
Di alam aku belajar dengan cara yang berbeda
Rabu, 27 Maret 2013
Kamis, 21 Maret 2013
Me and My Hijab
Lunch Time at My Office 21 Maret 2013.....
Have a good lunch all....
Hari ini sudah 38 hari sejak saya memutuskan untuk berjilbab...Alhamdulillah sudah sebulan..
Awalnya terlalu banyak pertimbangan dan ketakutan-ketakutan gak berdasar yang akan saya lalui, tapi sekarang setelah dijalani saya amat mensyukuri perubahan ini...
Banyak yang kaget dengan keputusan ini, even itu dari keluarga saya sendiri. Mungkin mereka gak nyangka ya seorang Tika yang 'petakilan' memutuskan untuk berhijab hehehehe....
Banyak pertanyaan-pertanyaan 'aneh' menurut telinga saya, tapi mungkin mereka menganggap keputusan saya lebih 'aneh'.... Jadi ketawa sendiri kalo inget komentar temen-temen kantor, mulai dari 'Mimpi apa semalem, Tik?', 'Dalam rangka apa pake jilbab?', 'Pake jilbab trus gak naik gunung lagi?', 'Pake jilbab trus ga bisa kumpul-kumpul lagi?'
Mungkin ada beberapa perubahan dan pemahaman baru bagi saya mengenai konsep wanita dan jilbab.
1. Hijab adalah konsep kepatuhan kepada Allah SWT
Sebelumnya mungkin saya salah satu orang yang berfikiran sama seperti orang lain pada umumnya, 'jilbabin hati' dulu aja deh baru berani pake hijab. Tapi setelah ditimbang-timbang 'perbaiki hati' bukanlah alasan menunda hijab, kan ada yang bilang hijab dirimu dan hatimu akan lebih baik... walau sudah kata 'jilbabin hati' tetep aja ada kewajiban jilbabin diri hehehe...
kalo berbuat baik | jangan mikir "nanti gimana ya?" | mikirnya "gimana nanti aja deh!"
Allah memerintahkan wanita untuk menutup auratnya, dan kita boleh memilih untuk mematuhi atau mengabaikan perintah itu, semuanya ada konsekuensinya untuk tiap pilihan itu.
Alhamdulillah dengan konsep kepatuhan itu saya masih terus belajar dan berusaha untuk konsisten menutup aurat dari yg bukan muhrim, untuk berjilbab baik dirumah, di kantor, ataupun di gunung hehehe...
2. Berhijab itu tidak membatasi pikiran dan kegiatan wanita
Banyak yang berfikiran kalo sudah berhijab cuma boleh 'bermanis-manis' aja, ga bisa ngelakuin kegiatan yang 'high impact' seperti laki-laki... Itu juga pemikiran saya sebelumnya hehehe...takut 'ruang gerak' saya jadi terbatas. Padahal jilbab itu sebagai penanda kalo menurut saya...mau se'tomboy' atau sebebas apapun kita tetep harus ingat fitrah kita sebagai wanita, bukan untuk meninggikan ataupun merendahkan..tapi sebagai kewajiban dan ketaatan.
Itu juga salah satu motivasi saya, untuk meluruskan kalo hijab bukan halangan saya untuk tetap menjalankan hobi hiking saya.
Beberapa hari sampai 2 minggu awal saya berhijab ada beberapa teman yang agak menjauh dan berkomentar "Kok pakai jilbab seh, pasti nanti gak bisa jalan bareng lagi, gak bisa cerita-cerita lagi, pasti komenin kita terus. Aku lebih suka kamu ga pake jilbab"
Serasa ditabok denger kalimat itu dari salah satu teman saya, tapi alhamdulillah sebulan ini saya bisa buktiin kalo Saya adalah Tika yang sama seperti sebelumnya, ada juga yang bilang ke saya kalo ada hal-hal yang gak perlu kita rubah dalam diri kita karna itu adalah identitas (Thanks ya Bang buat sharingnya :p ), memang jilbab saya adalah 'alarm' saya dalam bersikap dan itu adalah aqidah yang sudah saya pilih. Saya tetap Tika yang sama, yang bisa berteman tanpa lihat golongan ataupun ras, saya tetap bisa pergi nongkrong di angkringan tapi memang ada beberapa tempat yang saya hindari seperti salon dan kolam renang yang campur, kalopun harus kesana ya yg khusus wanita aja deh hehehe...
Namanya manusia, pasti ada kurangnya, justru kita benahi kekurangan itu, salah satunya dengan hijab...bukan alasan dengan itu :D
Bila menunggu tidak berdosa lagi baru kenakan hijab, maka hanya malaikat yang pantas mengenakan
Justru manusia banyak dosa dan kurang lantas hijab dikenakan, karenanya ia akan kurangi dosa dan menjaga sikap
Udah jangan banyak mikir kalo mau hijab, malah nggak jadi, kalo sudah yakin itu perintah Allah, ayo hijab Allah akan memudahkan :D Contohnya saya si penjahat tomboy yang memutuskan untuk berhijab, masih bisa berfikir tentang banyak hal, pergi ke banyak tempat, berteman dengan berbagai kalangan dan menjaga diri dari mata-mata jahil dan tangan usil.... :)
Have a good lunch all....
Hari ini sudah 38 hari sejak saya memutuskan untuk berjilbab...Alhamdulillah sudah sebulan..
Awalnya terlalu banyak pertimbangan dan ketakutan-ketakutan gak berdasar yang akan saya lalui, tapi sekarang setelah dijalani saya amat mensyukuri perubahan ini...
Banyak yang kaget dengan keputusan ini, even itu dari keluarga saya sendiri. Mungkin mereka gak nyangka ya seorang Tika yang 'petakilan' memutuskan untuk berhijab hehehehe....
Banyak pertanyaan-pertanyaan 'aneh' menurut telinga saya, tapi mungkin mereka menganggap keputusan saya lebih 'aneh'.... Jadi ketawa sendiri kalo inget komentar temen-temen kantor, mulai dari 'Mimpi apa semalem, Tik?', 'Dalam rangka apa pake jilbab?', 'Pake jilbab trus gak naik gunung lagi?', 'Pake jilbab trus ga bisa kumpul-kumpul lagi?'
Mungkin ada beberapa perubahan dan pemahaman baru bagi saya mengenai konsep wanita dan jilbab.
1. Hijab adalah konsep kepatuhan kepada Allah SWT
Sebelumnya mungkin saya salah satu orang yang berfikiran sama seperti orang lain pada umumnya, 'jilbabin hati' dulu aja deh baru berani pake hijab. Tapi setelah ditimbang-timbang 'perbaiki hati' bukanlah alasan menunda hijab, kan ada yang bilang hijab dirimu dan hatimu akan lebih baik... walau sudah kata 'jilbabin hati' tetep aja ada kewajiban jilbabin diri hehehe...
kalo berbuat baik | jangan mikir "nanti gimana ya?" | mikirnya "gimana nanti aja deh!"
Allah memerintahkan wanita untuk menutup auratnya, dan kita boleh memilih untuk mematuhi atau mengabaikan perintah itu, semuanya ada konsekuensinya untuk tiap pilihan itu.
Alhamdulillah dengan konsep kepatuhan itu saya masih terus belajar dan berusaha untuk konsisten menutup aurat dari yg bukan muhrim, untuk berjilbab baik dirumah, di kantor, ataupun di gunung hehehe...
2. Berhijab itu tidak membatasi pikiran dan kegiatan wanita
Banyak yang berfikiran kalo sudah berhijab cuma boleh 'bermanis-manis' aja, ga bisa ngelakuin kegiatan yang 'high impact' seperti laki-laki... Itu juga pemikiran saya sebelumnya hehehe...takut 'ruang gerak' saya jadi terbatas. Padahal jilbab itu sebagai penanda kalo menurut saya...mau se'tomboy' atau sebebas apapun kita tetep harus ingat fitrah kita sebagai wanita, bukan untuk meninggikan ataupun merendahkan..tapi sebagai kewajiban dan ketaatan.
Itu juga salah satu motivasi saya, untuk meluruskan kalo hijab bukan halangan saya untuk tetap menjalankan hobi hiking saya.
Beberapa hari sampai 2 minggu awal saya berhijab ada beberapa teman yang agak menjauh dan berkomentar "Kok pakai jilbab seh, pasti nanti gak bisa jalan bareng lagi, gak bisa cerita-cerita lagi, pasti komenin kita terus. Aku lebih suka kamu ga pake jilbab"
Serasa ditabok denger kalimat itu dari salah satu teman saya, tapi alhamdulillah sebulan ini saya bisa buktiin kalo Saya adalah Tika yang sama seperti sebelumnya, ada juga yang bilang ke saya kalo ada hal-hal yang gak perlu kita rubah dalam diri kita karna itu adalah identitas (Thanks ya Bang buat sharingnya :p ), memang jilbab saya adalah 'alarm' saya dalam bersikap dan itu adalah aqidah yang sudah saya pilih. Saya tetap Tika yang sama, yang bisa berteman tanpa lihat golongan ataupun ras, saya tetap bisa pergi nongkrong di angkringan tapi memang ada beberapa tempat yang saya hindari seperti salon dan kolam renang yang campur, kalopun harus kesana ya yg khusus wanita aja deh hehehe...
Namanya manusia, pasti ada kurangnya, justru kita benahi kekurangan itu, salah satunya dengan hijab...bukan alasan dengan itu :D
Bila menunggu tidak berdosa lagi baru kenakan hijab, maka hanya malaikat yang pantas mengenakan
Justru manusia banyak dosa dan kurang lantas hijab dikenakan, karenanya ia akan kurangi dosa dan menjaga sikap
Udah jangan banyak mikir kalo mau hijab, malah nggak jadi, kalo sudah yakin itu perintah Allah, ayo hijab Allah akan memudahkan :D Contohnya saya si penjahat tomboy yang memutuskan untuk berhijab, masih bisa berfikir tentang banyak hal, pergi ke banyak tempat, berteman dengan berbagai kalangan dan menjaga diri dari mata-mata jahil dan tangan usil.... :)
Langganan:
Postingan (Atom)