Kamis, 17 Oktober 2013

Everybody talk about Marry

Hi there...

Dua bulan belakangan ini bahasan yang lagi happening disekitarku adalah... 'Menikah'. Gak dirumah, gak dikantor, nongkrong bareng temen-temen lagi tumben banget bahasnya itu terus. Apa karena faktor dekat Lebaran Haji yaak jd banyak juga yang menikah hehehehe.... Barakallah.

Siapa sih yang gak mau menikah? As a human being, every normal person definitely want to marry.

Tapi terkadang pikiran kita banyak noisenya hehehe.... ya takut ini lah takut itu lah, belum begini lah belum begitu lah.

Imam Al Qurtubi, mengatakan , ayat tersebut mengandung makna, bahwa jangan biarkan kemiskinan seorang laki laki dan seorang wanita menjadi sebuah alasan untuk tidak menikah semata semata meperoleh ridha Allah dan mencari tempat perlindungan dari ketidak patuhan padaNya, Allah akan memampukannya dan Allah akan mengkayakannya. Ayat itu merupakan bukti bahwa menikah itu tidak pandang bulu. Anda diperbolehkan menikahi orang miskin. Karena itulah, tidak seharusnya anda berkata, “ Bagaimana aku akan menikah jika aku tidak punya uang?” atau berkata, “ Susah sekali jika aku menikahi orang miskin, jangan jangan aku akan menjadi semakin miskin?’ jangan pernah berkata dan berfikiran seperti itu. Mengapa? Sebab rizki telah dijanjikan oleh Allah, dan makanan pun telah dijamin oleh Allah.

Hhhmmm.... Menikah karena Allah, niscaya Allah menjamin kehidupan kita. Coba pahami dan resapi bersama yuuukk perkataan sahabat Nabi berikut, kalau kita masih takut kekurangan karena menikah, maka pertanyakan keimananmu..!!!! *Plaaakk..!!!!! (self talk :'( )


 “ Patuhilah Allah dalam apa apa yang Dia telah perintahkan padamu untuk menikah. Dia akan memenuhi janjiNya untuk membuatmu kaya.” (Abu Bakar Ash Shiddiq)

“ Carilah kekayaan lewat pernikahan ! aku tidak pernah melihat sesuatu yang lebih aneh daripada seorang laki laki yang tidak mencari kekayaan lewat pernikahan. Padahal Allah telah menjanjikan “…Jika mereka miskin, maka Allah akan mengumpulkan mereka dengan karuniaNya “(Umar bin Khattab)

“Temukanlah kekayaan dengan menikah.” (Abdullah bin Mas’ud)

Rumah tangga bahagia yang menjadi syurga bagi penghuninya adalah idaman setiap orang. Tetapi ia akan sekedar menjadi angan-angan bila tidak ada upaya dan perjuangan dari kedua belah pihak untuk mewujudkannya. Sama halnya dengan keinginan memiliki dan menjadi pasangan ideal yang diidamkan. Ia pun hanya menjadi angan-angan selama kita tidak berusaha memprosesnya jadi kenyataan. Oleh sebab itulah pernikahan sebenarnya merupakan ladang amal dan jihad bagi orang-orang yang menjalaninya.

Like Mario Teguh said: Pantaskan diri untuk menjadi pribadi yang besar dan lebih baik. Jadi siapkan diri untuk menjadi pribadi yang siap berumah tangga. Naah yuukk lihat dulu ke dalam diri: apakah kita selama ini sudah pantas atau setidaknya mempersiapkan diri untuk mendapatkan pendamping? *Plaaakk...(bahasan ini agak beraaattt buat akooh pribadi sepertinya, too much self talk hehehehe).

My besties told me, cinta itu ibarat iman, diyakini dengan hati, diucapkan dengan lisan dan ditunjukkan dengan perbuatan, dan perbuatan itu atas tanggung jawab kita terhadap rasa cinta itu sendiri yaitu melaui pernikahan.

Yakin deh bahwa sesuatu yang baik bisa kita jemput dengan kebaikan juga. Seperti kata Paulo Coelho, when you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it.
Sooo..... be Happy guys, Allah sudah mejanjikan hal yang baik selama kita mau berusaha :). Semoga semuanya dipercepat dan dimudahkan untuk menikah yaaaa... Aamiin .

Smangkaaaaaaa.... :)


Rabu, 09 Oktober 2013

No Title

Lonely....

Sendiri di kedai kopi, ditemenin secangkir Hazelnut Latte, laptop plus wifi.. What a beautiful evening..
Daripada misuh-misuh sama macet, bengong ngegalau sendiri dirumah, better do something sambil dengerin mp3, ngelakuin apa aja yang penting otak sibuk gak mikir macem-macem yang bikin pusing hehehe...
Sadar atau gak sadar, everybody has change everyday. Orang bisa bilang dia gak berubah, tapi sikapnya gak bilang hal yang sama. Hhmm...pernah denger ada yang bilang 'hanya orang bodoh yang tidak berfikir yang tidak mau berubah menjadi lebih baik', so i wont be that person.
Masih berpikiran waras untuk menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain.
Banyak hal yang mengganggu pikiran saya belakangan ini, tapi saya selalu berusaha mengalihkan dengan hal yang lain, berkumpul dengan my besties, sharing dengan anak-anak kecil lucu :)

Masih mau bergerak, masih mau berbagi dengan yang lain. Mungkin saya gak bisa memberi materi lebih seperti yang orang lain lakukan, tapi saya berusaha untuk memberi apa yang saya punya dan apa yang saya bisa. Semoga bermanfaat dan menjadi berkah untuk semuanya.
Let's start, let's move...semua hal dimulai dari satu langkah.
So start your first step :)

Ternyata....Begini rasanya

Saat akhirnya memberanikan diri bilang masalah ini ke bapak, gak pernah terpikirkan akan begini rasanya kelak.
Saat tau akhirnya dia berani maju dan gak bilang masalah ini ke aku langsung, rasanya kayak gak dihargai.
Tapi apa yang sudah aku mulai harus berani aku tanggung resikonya.
Saat makin dekat waktunya, ternyata hati ini makin sesak. 
Aku berasa jadi lebih sensitif jika bahas masalah ini.
Ketika bercerita kepada beberapa teman dan kerabat yang pernah merasakan hal yang sama, ternyata aku masih normal. Everything that i feel is very normal, malah ada yang lebih ekstrim dari aku hehehe....
So now.. tugasku hanya berusaha untuk ikhlas and move on.
Memudahkan jalan orang lain, semoga jalan kita juga dimudahkan.
I believe in God will give me the best way.
Aamiin..